Kegagalan Leicester City; Rekrutan Baru yang Gagal

Leicester City ternyata bisa dikatakan telah gagal mendatangkan para pemain baru setelah permainan yang mengesankan di musim lalu dengan juara Liga Primer.

Setelah gelar kemenangan yang luar biasa mereka musim lalu, Leicester City tidak hanya memegang sebagian besar pemain bintang mereka, tetapi juga skuad mereka didukung dengan lebih dari £ 75 juta dari tambahan pemain baru. Tapi semua tidak berjalan sesuai dengan rencana mereka, karena mereka berada urutan ke 15 di Liga Premier, lebih dekat ke zona degradasi daripada ke empat besar urutan teratas.

Wajah Baru yang Gagal

Paling tidak, beberapa wajah baru yang direkrut oleh Leicester City ternyata tidak memberikan dampak apa-apa ketimbang para pemain asli bandar bola mereka. Namun, para bintang Leicester City juga telah menarik perhatian klub lain. Beberapa pemain baru yang gagal tersebut adalah sebagai berikut;

Islam Slimani – Striker

Pemain Aljazair berusia 28 tahun itu produktif selama tiga musim penuh di Lisbon, mencetak 57 gol dalam 109 penampilan, sementara karirnya juga meluas ke tingkat internasional di mana ia telah mengantongi 26 gol dalam 46 caps.

Ahmed Musa – Sayap

Meskipun ia juga mampu bermain di depan, Ahmed Musa, seorang dengan harga £ 16 juta atas penandatanganan dari CSKA Moscow, yang terutama berada di posisi sayap belum bisa mengangkat Leicester City. Musa telah membuat total 17 penampilan Premier League untuk Foxes.

Nampalys Mendy – Gelandang Tengah

Direncanakan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Kante, Nampalys Mendy didatangkan dari Ligue 1 sisi OGC Nice untuk £ 13 juta. Cedera telah membatasi pemain Prancis berusia 24 tahun itu sehingga ia hanya 3 kali bermain di Premier League sehingga terlalu dini untuk menilai pemain tersebut berdampak positif atau tidak untuk Leicester City.

3 Pemain Lain yang Gagal

Walau cukup dini untuk menilai, namun 3 pemain di atas belum menunjukkan hal yang baik bagi Leicester City. Selain mereka, masih ada 3 wajah baru yang juga belum memperlihatkan kemampuan gemilangnya. Mereka adalah;

Ron-Robert Zieler – Kiper

Mantan pemain muda Manchester United Ron-Robert Zieler kembali ke Inggris dari Bundesliga musim panas ini, pindah ke Stadion King Power dari Hannover 96. Enam-cap internasional Jerman ditandatangani sebagai pengganti untuk Kasper Schmeichel, namun sepertinya kehadirannya belum berdampak baik. Dalam 963 menit laga di semua kompetisi, ia telah mengamankan 27 tendangan dan 50 aksi penyelamatan.

Bartosz Kapustka – Winger

Pemain sayap ini menjanjikan mengingat ia telah membuat kesan positif dengan Polandia di Kejuaraan Eropa di Perancis musim panas lalu. Pemain ini memang belum terlihat bersinar. Tapi, penampilannya sangat apik dan untuk hal ini, Raineri tidak akan membiarkan pemain ini pergi karena memiliki harapan yang besar jika ia akan memiliki masa depan cerah.

Wilfred Ndidi – Gelandang Tengah

Dengan biaya transfer £ 17 juta pada penandatanganan Januari lalu, pemain yang satu ini juga belum memberikan dampak yang positif bagi Leicester City. Walau tentunya masih ada harapan, namun harus dilihat jika kiprahnya belum bisa mengangkat Leicester City ke peringkat poker online lebih baik. Tentu, ia masih bisa diharapkan.

Ini adalah PR yang sangat berat bagi Leicester City. Sebelumnya, Raineri juga mengatakan jika para pemain baru mereka masih membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi sebagaimana para pemaian Leicester. Waktu itu ia mengatakan jika paruh musim kedua akan ada perbaikan seiring mereka dapat beradaptasi dengan baik. Namun, hingga hari ini, tampaknya Raineri harus menelan fakta pahit jika rekrutan terbarunya telah gagal.

Gelar Perdana Ahsan / Rian

China International Challenge menjadi sebuah wahana bagi Ihsan dan Rian dalam meraih gelar pertama mereka tahun ini di Hainan, Tingkok.

Dunia badminton Indonesia meskipun memiliki citra pesimistis di dalam sudut pandang masyarakat luas, tetap saja secara baik mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia di dalam berbagai pertandingan atau kompetisi. Kali ini kabar baik datang dari ahsan dan Rian yang merupakan pasangan baru yang berhasil meraih gelar pertama mereka di gelaran pertandingan badminton yang diselenggarakan di Tingkok. Mereka berhasil menjadi juara dan mampu mempersembahkan sebuah hal terbaik di awal tahun 2017 untuk Indonesia. Ganda putra Indonesia ini mampu menjadi juara dan kembali mengharumkan nama Indonesia dari awal kompetisi yang mereka lakukan secara bersama sama di dunia internasional.

Gelar Perdana Untuk Pasangan Baru

Sebagai pasangan ganda bru, tidak ada yang diharapkan dari Ihsan dan Rian. Semuanya sudah beranggapan bahwa keduanya harus menjalani adaptasi dengan gaya bermain masing masing. Namun siapa sangka mereka berdua bisa masuk ke babak final yang dilaksanakan di Agile Stafium of Lingsgul Culture And Sports aquare, Hainan dan bisa memenangkan pertandingan dengan sebelumnya harus mengalahkan pasangan dari Thailand Trawut Potieng dan Nanthakam Yordpaisonh dengan skor yang cukup baik yaitu 8 – 11, 11 – 7, 11 – 4, dan 11 – 7. Ternyata kelelahan yang mereka rasakan berbuah manis bahkan tidak pernah diduga sebelumnya akan menjadi seperti ini. Mereka menganggap ini adalah keajaiban uang luar biasa di awal tahun.

Mengawali tahun 2017, banyak yang berbeda dengan kancah bulutangkis atau badminton di Indonesia. Banyak sekali perubahan dan perbedaan komposisi untuk beberapa pemain. Tapi ternyata hal tersebut tidak menyurutkan perjuangan Ihsan dan rian sampai akhirnya mereka bisa menjadi juara serta membawa pulang gelar yang cukup bergengsi di ajang badminton dunia yang diselenggarakan di China. Sebuah kebanggaan besar yang bisa dilakukan keduanya diawal permainan dengan bermain apik, saling bekerja sama dan meraih keuntungan dengan tidak saling menyalahkan atau merobohkan satus ama lain. Buktinya kedua pemain ini mampu bersama sama berada didepan membela Indonesia.

Jalan Pertandingan Final Ahsan / Rian

Nama Ahsan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia bahkan pecinta bulu tangkis dunia. Ahsan sudah beberapa kali memenangkan permainan badminto di berbagai kompetisi tetapi dengan pasangan berbeda. Pasangan awal Ahsan adalah Hendra setiawan, namun ketika hendra memutuskan untuk mundur dari Pelatnas Cipayung maka kini Ahsan bersama dengan Rian untuk bersama sama diunggulkan di tempat pertama dalam meraih juara di berbagai kompetisi yang diikut sertakan mereka oleh kepelatihan nasional. Di dalam pertandingan terakhir bersama dengan Rian, Ahsan bisa masuk final menghadapi Thailand setelah sebelumnya berhasil menaklukkan tuan rumah dengan skor 11 – 9, 11 – 9, 11 – 13, 11 – 13, 11 – 13 melawan Han Chengkal dan Tan Qiang.

Selama turnamen judi online di gelar, sang tuan rumah memang tidak mendapatkan gelar di kelas ganda putra namun berhasil meraih gelar di tempat lainnya sebanyak tiga gelar. Sedangkan untum Jepang berhasil menyabet satu gelar. Indonesia sendiri sudah sangat bangga ketika ganda putranya yang sangat diunggulkan berhasil mendapatkan banyak sambutan baik dan bisa bermain dengan apik di dalam laga tersebut. Dan akhirnya gelar di badminton ganda putra berhasil didapatkan meskipun dengan perjuangan cukup panjang. Semoga ke depannya, atlet Indonesia bisa kembali mendunia dan membawa pulang banyak sekali gelar yang membanggakan.